NORMA NORMA DALAM UPACARA GEMBYANGAN WARANGGANA DUSUN NGRAJEK DESA SAMBIREJO KECAMATAN TANJUNGANOM KABUPATEN NGANJUK

“Endrawati, Ana. 2015.Norma Norma dalam Upacara Gembyangan Waranggana Dusun Ngrajek Desa Sambirejo Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk. Skripsi Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sri Untari, M.Si (II) Dr. H. A. Rosyid Al Atok, M.Pd, M.H,

Kata Kunci :Upacara Gembyangan Waranggana, Norma Norma.

Tradisi waranggana merupakan salah satu upacara adat yang ada di Kabupaten Nganjuk.Ungkapan terimakasih penduduk atas sumur Mbah agung diungkapkan melalui acara syukuran dengan cara mengadakan bersih desa dan acara selamatan didekat sumur Mbah ageng. Gembyangan waranggana yang ada di DusunNgrajek Desa Sambirejo ada kaitanya dengan asal-usul langgeng tayub di Kabupaten Nganjuk. Digembyangan artinya digelar, dipertunjukkan. Maksudnya kemampuan waranggana yang telah selesai mengikuti kursus calon waranggana dipertunjukkan untuk pertama kalinya di hadapanmasyarakat.

Penelitian ini bertujuan untuk: (1)menjelaskan Latarbelakang diadakannya Upacara Gembyangan Waranggana(2) menjelaskan tata cara proses upacara GembyanganWaranggana, (3) norma-norma yang terdapatdalamupacaraGembyanganwaranggana.

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pendekatan deskriptif kualitatif didasarkan bahwa peneliti mendiskripsikan Gembyangan waranggana secara apa adanya, Sumber data dalam penelitian ini adalah dengan kepala desa Bapak Wakidjan, jurukunciMbah Jo, Waranggana Bu Minten, Seketaris Desa Bapak Trisno, Pengurus punden Bapak Nartodan Guru Bapak Sukarno. Sumber informasi, sumber data) disebut sebagai subjek yang diteliti, data atau informasi juga dapat diperoleh melalui pengamatan terhadap peristiwa atau aktifitas yang berkaitan dengan permasalahan penelitian, dan informasi kondisi dari lokasi peristiwa atau aktivitas dilakukan bisa digali lewat sumber lokasinya, baik merupakan tempat maupun lingkungannya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi.Sedangkan teknik analisis data denganmenggunakanpengelompokan data,Menciptakankategori, tema dan pola, kodedata, Menggunakan ide, tema dan kategori,mencari penjelasan lainya, menulis dan menyajian laporanakhir.

Hasil penelitian yang diperolehdari penelitian ini adalah(1) Latar belakang Gembyangan Waranggana(a) tidak begitu jelas yang menemukan tetapi yang mengatakan ditemukan pertama kali oleh Mbah Otho, (b) dilaksanakan pada jumat pahing pada bulan besar Jawa (2) Tata cara proses Gembyangan Waranggana (a)diawali dengan kirab peserta Gembyangan Waranggana,(b)Laporan Panitia, (c)Sambutan Bupati yang diwakili Sekwilda, (d) Ritual WisudaWaranggana, (e) pengukuhan sebagai waranggana oleh sesepuh Desa, (f) penyerahansertifikatsebagai waranggana oleh Kepala Dinas Pariwisata, (g) Doadanpenutup,(h) PentasTayub. Adapun syarat yang harus dipenuhi oleh para calon waranggana adalah (1) puasa 1 hari sebelum dilaksanakan GembyanganWaranggana (2) yang haid tidak boleh mengikuti upacara gembyangan waranggana (3) mempunyaitujuan yang positif. (3) Norma-norma dalam upacara gembyangan waranggana (a) norma Sosial, (b) norma kesusilaan (c) norma kesopanan.

Saran yang berhubungan dengan Upacara Gembyangan Waranggana di Dusun Ngrajek Desa Sambirejo Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk: (1) Kepada orang tua diharapkan mengenalkan anak dengan UpacaraGembyangan Waranggana merupakan salah satu budaya bangsa Indonesia yang harus dilestarikan dan dipertahankan keberadaannya di dalam masyarakat. (2) Kepada pemerintah diharapkan Upacara GembyanganWaranggana mendapatkan apresiasi pemerintah karena merupakan kebudayaan masyarakat setempat yang harus diinventarisasi dan didokumentasikan selanjutnya dikaji dan dikembangkan sehingga dapat bermanfaat untuk generasi yang akan datang. (3) Diharapkan lembaga pemerintah atau pihak-pihak lain lembaga pendidik dan tokoh masyarakat dapat mensosialisasikan Upacara Gembyangan Waranggana tersebut agar tidak punah dan tergeser oleh Pertunjukan modern di masa yang akan datang.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*