PRESIDEN 2014 DI KELURAHAN TAMANAN KECAMATAN TRENGGALEK KABUPATEN TRENGGALEK

“Selviana, Arisca Chichi. 2015. Partisipasi Politik Pemilih Pemula pada Pemilu Presiden 2014 di Kelurahan Tamanan Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek. Skripsi. Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suwarno Winarno, Pembimbing (II) Rusdianto Umar, S.H, M.Hum.

Kata Kunci: partisipasi politik, pemilih pemula, pemilu presiden.

Pemilihan umum (pemilu) bagi negara yang menganut sistem pemerintahan demokrasi merupakan syarat mutlak. Apalagi pemilihan Presiden dan/Wakil Presiden sebagai pemimpin negara (nation state). Rakyat berhak memilih pemimpin yang akan memimpin suatu Negara, serta sebagai sarana bagi rakyat untuk menyalurkan hak asasi politiknya. Karena dalam negara demokrasi kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat, maka rakyat lah yang memilih presiden dan wakil presiden secara langsung melalui pemilihan umum (pemilu). Salah satu faktor penyemarak “pesta” demokrasi adalah keikut sertaan seluruh rakyat yang memenuhi syarat untuk memberikan partisipasi demokrasinya, termasuk di dalamnya adalah partisipasi politik dari pemilih pemula. Jumlah partisipasi yang memadai dapat menentukan legitimasi kandidat yang mencalonkan diri sebagai presiden dan wakil presiden. Keberadaan dan partisipasi yang banyak dari pemilih pemula dalam pemilu presiden sangat potensial untuk menentukan presiden dan wakil presiden legitimate di mata rakyat.

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini meliputi: (1) Bagaimana pemahaman pemilih pemula tentang partisipasi politik? (2) Apa saja faktor pendorong partisipasi politik pemilih pemula di Kelurahan Tamanan Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek? (3) Bagaimana persepsi masyarakat Tamanan terhadap partisipasi politik pemilih pemula di Kelurahan Tamanan Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek? (4) Apa saja kendala yang dihadapi pemilih pemula di Kelurahan Tamanan Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek? (5) Bagaimana cara mengatasi kendala yang dihadapi pemilih pemula di Kelurahan Tamanan Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek?

Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) Untuk mengetahui pemahaman pemilih pemula tentang partisipasi politik. (2) Untuk mengetahui faktor pendorong partisipasi politik pemilih pemula di Kelurahan Tamanan Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek. (3) Untuk mengetahui persepsi masyarakat Tamanan terhadap partisipasi politik pemilih pemula di Kelurahan Tamanan Kecamatan Trenggalek. (4) Untuk mengetahui kendala yang dihadapi pemilih pemula di Kelurahan Tamanan Kecamatan Trenggalek. (5) Untuk mengetahui cara mengatasi kendala yang dihadapi pemilih pemula di Kelurahan Tamanan Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek.

Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut, peneliti menggunakan metode penelitian dan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu pemilih pemula yang berdomisili di Kelurahan Tamanan, masyarakat Tamanan, dan Ketua KPU Kabupaten Trenggalek. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tiga teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk analisis data, dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Agar data yang diperoleh dapat terjamin keabsahannya, peneliti melakukan pengecekan data dengan cara peningkatan ketekunan dan triangulasi.

Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, peneliti memperoleh data sebagai berikut: Pertama, pemahaman pemilih pemula Kelurahan Tamanan tentang partisipasi politik dapat dikatakan cukup baik karena pemilih pemula Kelurahan Tamanan tidak hanya memahami definisi dari istilah partisipasi politik saja. Namun juga melaksanakan bentuk partisipasi politik berupa pemberian suara (one man one vote) pada Pemilu Presiden tahun 2014. Kedua, ada tiga faktor pendorong partisipasi politik pemilih pemula di Kelurahan Tamanan dalam pelaksanaan Pemilu Presiden tahun 2014 yaitu: usia, rasa ingin tahu/penasaran, dan kesadaran yang dimiliki oleh masing-masing pemilih pemula. Ketiga, masyarakat Tamanan memiliki persepsi bahwa pemilih pemula di Kelurahan Tamanan telah menunjukkan partisipasi politik yang baik dalam Pemilu Presiden tahun 2014. Hal tersebut dapat dilihat dari respon baik yang ditunjukkan oleh pemilih pemula di Kelurahan Tamanan melalui sikap antusias untuk datang ke TPS dan menggunakan hak pilih mereka pada pelaksanaan Pemilu Presiden tahun 2014. Keempat, secara non teknis pemilih pemula di Kelurahan Tamanan harus menghadapi kendala sebelum pelaksanaan Pemilu Presiden tahun 2014. Kendala yang dihadapi oleh pemilih pemula Kelurahan Tamanan terkait kriteria dalam menentukan pasangan calon presiden dan wakil presiden disebabkan oleh minimnya pengetahuan pemilih pemula tentang politik. Kelima, cara untuk mengatasi kendala yang dihadapi oleh pemilih pemula di Kelurahan Tamanan yaitu: (1) Pemilih pemula di Kelurahan Tamanan menggali informasi dengan cara bertanya kepada pemilih yang sudah pernah menggunakan hak pilih dalam Pemilu Presiden sebelumnya terkait kriteria dalam memilih pemimpin yang baik, (2) Melalui pendidikan politik yang secara langsung diberikan oleh keluarga, khususnya orang tua kepada anaknya yang baru pertama ikut memilih dalam pemilu (pemilih pemula).

Saran yang diberikan peneliti setelah melakukan penelitian ini antara lain: (1) Pemilih pemula sebaiknya mampu memanfaatkan beberapa media informasi seperti media elektronik (televisi) maupun media cetak (koran), agar dapat memiliki pengetahuan serta pemahaman yang baik tentang politik. (2) Peran keluarga dan lingkungan tempat tinggal dalam memberikan pendidikan politik kepada pemilih pemula sebaiknya dilakukan sejak dini. (3) Pihak KPU Kabupaten Trenggalek sebaiknya lebih meningkatkan sosialisasi tentang pemilu kepada pemilih pemula. Sehingga diharapkan pemilih pemula tidak mengalami kesulitan terkait kriteria dalam menentukan pilihan kepada salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*