PERAN PONDOK INDONESIA BELAJAR (PIJAR) DALAMMEREHABILITASI KENAKALAN REMAJA “BONEK MANIA”DI KOTA SURABAYA

“Aprilia, Niken Fitri Aprilia, 2015. Peran Pondok Indonesia Belajar (PIJAR) dalam Merehabilitasi Kenakalan Remaja “Bonek Mania” di Kota Surabaya, Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Suparlan Alhakim, M.Si, (II) Siti Awaliyah, S.Pd, M.Hum

Kata Kunci : PIJAR, Rehabilitasi, Bonek Mania

Sejarah mencatat bahwa perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari peran serta para pemuda atau usia remaja, di era reformasi penerus perjuangan bangsa Indonesia tidak terlepas pula dari peran para pemuda atau remaja. Remaja merupakan masa transisi dari usia anak menuju usia dewasa, dengan berbagai tanggung jawab sosial yang melekat pada dirinya. Problematika remaja menjadi tanggung jawab bersama demi terwujudnya masa depan Indonesia yang gemilang. Problematika remaja di era globalisasi kian beragam, diantaranya adalah komunitas Bonek mania yang memiliki potensi positif, namun terbawa budaya yang tidak dapat dipertanggung jawabkan. Disisi lain, para remaja tergabung dalam komunitas sosial guna memperbaiki moralitas bangsa.

Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui: 1) sejarah berdirinya Pondok Indonesia Belajar; 2) ragam kenakalan Remaja Bonek Mania; 3) bentuk pembinaan PIJAR dalam merehabilitasi kenakalan remaja bonek mania di Kota Surabaya; 4) pendapat bonek, orang tua atau wali, serta masyarakat sekitar tentang PIJAR; 5) kendala yang terjadi dan upaya penyelesaian.

Metode yang digunakan dalam penelitian adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian study kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Lokasi penelitian di Pondok Indonesia Belajar Rungkut Medayu Utara Kota Surabaya. Yang dijadikan subyek penelitian adalah peserta binaan PIJAR kelompok bonek mania, orang tua atau wali, dan masyarakat sekitar. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan conclusion Drawing/Verification.

Berdasarkan paparan data dalam penelitian ini dapat ditarik lima kesimpulan,yaitu pertama.Pondok Indonesia Belajar memiliki fungsi pembangunan dalam masysrakat, terutama dengan misi pembangunan generasi bangsa yang berkompeten. Kedua, kenakalan remaja Bonek mania memberikan efek sikap pada generasi Bonek Selanjutnya, sehingga harus di antisipasi, karena dapat meresahkan masyarakat, dan menimbulkan dekadensi moral. Ketiga,kenakalan remaja bonek mania dapat diantisipasi dengan proses pembinaan yang berkelanjutan. Keempat,bagi masyarakat, pondok Indonesia belajar berperan dalam merehabilitasi kenakalan remaja bonek mania di Rungkut Medayu Utara. Kelima, kendala yang terdapat dalam proses pembinaan mencakup dana, loyalitas pembimbing, minimnya sarana prasarana, serta kurangnya publikasi dapat terselesaikan dengan diadakannya kegiatan diluar pondok dengan desain yang lebih inovatif.

Saran yang dapat disampaikan dari penelitian ini, Bagi warga Desa Rungkut Medayu Utara, penulis menyarankan untuk berpartisipasi aktif dalam membantu segala aktifitas pembinaan, terutama dalam hal pendanaan, serta sarana dan prasarana yang dirasa masih sangat minim. Tidak acuh pada putra putrinya dengan menyarankan agar putra dan putrinya mengikuti proses pembinaan rutin yang dilakukan oleh Pondok Indonesia Belajar.Saran bagi para pemuda di Rungkut Medayu Utara untuk sama-sama perduli nasib anak bangsa yaitu dengan cara berpartisipasi dalam membangun dan mengembangkan kualitas pembinaan di Pondok Indonesia Belajar.

Bagi pemerintah kota Surabaya, diharapkan bersedia menjalin kerjasama dengan Pondok Indonesia Belajar, bersedia memberikan perintah pada Pemerintah Desa untuk mendirikan Pondok Indonesia Belajardi setiap Desa sesuai dengan Visi dan Misi yang diusung oleh Pondok Indonesia Belajar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*