PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENGEMUKAKAN PENDAPAT PADA MATA PELAJARAN PPKn DI MAN 2 MADIUN

“Witantra, Amirtama. 2015. Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Dalam Mengemukakan Pendapat Pada Mata Pelajaran PPKn di Madrasah Aliyah Negeri 2 Madiun. Skripsi, Program Studi PPKn, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Margono, M.Pd, M.Si (II) Siti Awaliah SP.d, M.Hum

Kata Kunci:model pembelajaran problem solving, mengemukakan pendapat.

Minat belajar siswa Madrasah Aliyah Negeri 2 Madiun terhadap mata pelajaran PPKn masih tergolong sangat rendah. Hal ini disebabkan karena sikap siswa selama mengikuti proses pembelajaran tidak fokus. Bahkan ada sebagian siswa yang menganggap mata pelajaran PPKn tidak begitu penting dikarenakan tidak masuk pada mata pelajaran yang diujikan pada Ujian Nasional (UN). Penggunaan metode dalam pembelajaran sangat diutamakan guna menimbulkan gairah belajar, motivasi belajar, dan merangsang siswa agar berperan aktif dalam proses pembelajaran. Penggunaan gaya belajar di kelas yang konvensional membuat para pelaku kegiatan pembelajaran menjadi jenuh dalam mempelajari materi. Penggunaan model problem solving merupakan salah satu alternatif dalam menciptakan suasana belajar yang baru di dalam kelas. Metode problem solving diharapkan dapat lebih mempermudah pemahaman materi pembelajaran yang diberikan oleh guru dan nantinya dapat mempertinggi kualitas proses pembelajaran. Dengan penggunaan metode tersebut, minat dan hasil belajar siswa dapat ditingkatkan.

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendiskripsikan penerapan model problem solving di kelas XI Mia 5 dan untuk mengetahui bagaimana peningkatan kemampuan mengemukakan pendapat siswa setelah diterapkan model problem solving di kelas XI Mia 5 Madrasah Aliyah Negeri 2 Madiun.

Penelitian menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (classroom action research). Peneliti berperan sebagai perencana, pelaksana tindakan, pengamat, pengumpul dan penganalisa data, sekaligus menjadi pelapor dari hasil penelitiannya sendiri. Peneliti dibantu oleh guru mata pelajaran PPKn dan satu teman sebaya dari Jurusan PPKn sebagai mitra observasi dan pengumpul data. Penelitian dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Madiun, jalan Sumberkarya No.5 kecamatan Taman, Kota Madiun dengan subyek penelitian adalah kelas XI Mia 5 di Madrasah Aliyah Negeri 2 Madiun Tahun ajaran 2015/2016 semester gasal dengan jumlah siswa sebanyak 33 siswa yaitu 12 siswa laki-laki dan 21 siswa perempuan. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini diperoleh dari proses pembelajaran melalui pendekatan scientific dengan menggunakan model problem solving dalam meningkatkan kemampuan mengemukakan pendapat siswa. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah analisis model pembelajaran problem solving dan analisi data kemampuan mengemukakan pendapat siswa pada observasi, siklus I dan siklus II. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dimana dalam setiap siklus difokuskan pada kegiatan pokok yaitu (1) planning; (2) implementing; (3) observing; (4) reflecting.

Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, peneliti memperoleh kesimpulan sebagai berikut. Pertama, model pembelajaran problem solving merupakan salah satu model pembelajaran yang sangat baik untuk diterapkan dalam pembelajaran PPKn di kelas XI Mia 5 Madrasah Aliyah Negeri 2 Madiun. Model pembelajaran ini telah mengubah kondisi belajar yang sebelumnya cenderung pasif menjadi aktif dan kritis. Kedua, pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran problem solving terbukti dapat meningkatkan kemampuan mengemukakan pendapat siswa pada mata pelajaran PPKn di kelas XI Mia 5 Madrasah Aliyah Negeri 2 Madiun.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*