PEMIKIRAN H.O.S TJOKROAMINOTO TENTANG SOSIALISME ISLAM DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN POLITIK DI INDONESIA

Novitasari, Devi. 2016. Pemikiran H.O.S Tjokroaminoto tentang Sosialisme Islam dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Politik Di Indonesia. Skripsi, Jurusan Hukum Dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Didik Sukriono, SH, M.Hum, (II)  Dr. Sri Untari, M.Si

Kata Kunci: Pemikiran H.O.S. Tjokroaminoto, Sosialisme Islam, Meningkatkan Kualitas Pendidikan Politik

Pembangunan suatu bangsa tidak pernah lepas dari pendidikan, khususnya pendidikaan di bidang politik. Melalui pendidikan tersebut masyarakat akan mendapatkan pengetahuan atau wawasan yang pada akhirnya berguna untuk pembangunan bangsa itu sendiri. Pendidikan politik itu sendiri adalah usaha sadar untuk memasyarakatkan politik kepada warga negara (masyarakat) agar memiliki kedewasaan politik dan kecerdasan politik baik dalam hal sadar berbangsa dan bernegara serta memiliki kepekaan akan politik. Pada bidang pendidikan politik, masyarakat Indonesia dapat belajar melalui H.O.S. Tjokroaminoto, yang mana beliau juga mempunyai peran penting dalam menanamkan pendidikan politik pada masyarakat bangsa Indonesia pada waktu itu.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) tinjauan pemikiran Sosialisme Islam H.O.S. Tjokroaminoto dan pendidikan politik, (2) relevansi pemikiran H.O.S. Tjokroaminoto dengan pendidikan politik, (3) sumbangan pemikiran H.O.S. Tjokroaminoto dalam meningkatkan kualitas pendidikan politik di Indonesia.

Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan dengan melakukan analisis pada data yang diperoleh baik dari buku, majalah, dan dokumen lainnya. Penelitian ini dilakukan dengan cara membandingkan dari data satu ke data lainnya sehingga memperoleh analisis yang terpercaya.

Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut: pertama, Sosialisme Islam adalah suatu paham yang mengutamakan pertemanan atau persahabatan sebagai unsur yang mengikat di dalam pergaulan masyarakat dan berazaskan Islam. Paham tersebut berlandasan Al-Qur’an yang bertujuan untuk mengangkat kesadaran keumatan sehingga dapat saling berjuang dan menentang kaum penindas. Sementara itu, pendidikan politik adalah tempat tumbuh dan berkembangnya suatu kesadaran berbangsa dan bernegara yang memiliki landasan seperti landasan ideologi, yaitu Pancasila, landasan konstitusi, yaitu UUD 1945, landasan operasional, yaitu GBHN, dan landasan historis, yaitu sumpah pemuda dan proklamasi. Pendidikan politik bertujuan tidak lain untuk ikut serta dalam berpartisipasi di kehidupan perpolitikan.

Kedua, Pemikiran H.O.S. Tjokroaminoto memiliki relevansi terhadap pendidikan politik. Pertama, relevansi tujuan yang memiliki kesamaan menginginkan kesadaran masyarakat untuk turut serta dalam kehidupan perpolitikan. Kedua, relevansi dalam materi seperti, penanaman kesadaran Berideologi, Berbangsa dan Bernegara; pengetahuan tentang sejarah pergerakan nasional; nilai bangsa (patriotisme, kesediaan berkorban, kepahlawanan, dan semangat tidak kenal menyerah); pengetahuan tentang struktur pemerintahan, politik, serta fungsi setiap unit, dan pengenalan pemimpin masyarakat; adat istiadat dan tradisi luhur serta kegiatan yang mempengaruhi kehidupan politik, antara lain kebiasaan bermusyawarah dan mufakat; pengetahuan tentang politik luar negeri Indonesia dan wawasan yang paling mempengaruhi; dan pengembangan kemampuan politik dan kemampuan pribadi untuk mewujudkan kebutuhan dan keinginan ikut serta dalam politik. Ketiga, relevansi terhadap jalur pendidikan politik. Pendidikan politik yang di ajarkan oleh H.O.S. Tjokroaminoto melalui jalur non formal yang termasuk salah satu jalur pendidikan politik yang ada.

Ketiga, Sumbangan pemikiran yang diberikan H.O.S. Tjokroaminoto dalam meningkatkan kualitas pendidikan politik. Pertama, sumbangan pemikiran melalui Sarekat Islam, yaitu salah satunya kalangan bawah dapat menduduki Voolkraad (dewan rakyat). Kedua, sumbangan pemikiran dalam pembentukan ideologi, yaitu adanya paham sosialisme di dalam implementasi Pancasila. Ketiga, sumbangan dalam meningkatkan mutu politik bangsa Indonesia, yaitu melalui pendidikan, sistem, dan budaya. Keempat, sumbangan dalam implementasi politik, yaitu pemilu sebagai perwujudan demokrasi, kebangkitan Trisakti.

Dari penelitian tersebut saran yang dapat dikemukakan  (1) para pemimpin bangsa dapat menjalankan tugasnya dengan baik dengan mengabdi sepenuhnya untuk kepentingan rakyat sehingga dapat menjadi suriteladan bagi masyarakat luas dan generasi penerus bangsa; (2) para penegak hukum, jika terjadi kecurangan-kecurangan lebih baik ditindak secara tegas sehingga dapat meminimalisir kecurangan-kecurangan berikutnya. Misalnya, korupsi, uang gelap untuk mendapatkan suara pada pemilu, dan lain sebagainya; (3) masyarakat, bertindak lebih obyektif  pada saat pemilu tidak hanya berdasarkan uang karena pada nantinya masyarakat juga yang mendapatkan dampaknya. Budayakan untuk memberikan suaranya dengan demikian maka akan turut dalam pembangunan bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*