SEKOLAH BHINNEKA: LANGKAH NYATA MAHASISWA MEMBANGUN PENDIDIKAN MASYARAKAT INDONESIA

 

PKM

Malang, Blendongan merupakan dusun yang terletak di bawah bukit di Desa Sidoluhur, Kecamatan Lawang Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dusun Blendongan dapat dikatakan sebagai miniatur Indonesia, karena tanahnya yang subur dan udara yang sejuk berpotensi kuat memproduksi sumber daya alam yang melimpah bagi masyarakat. Namun keberlimpahan di sektor alam ini tak sebanding dengan jumlah sektor pendidikan yang terdapat disana. Di Dusun Blendongan hanya terdapat 2 sekolah, lebih khususnya di tingkat Sekolah Dasar yaitu SDN Sidoluhur 3 dan SDN Sidoluhur 2. Sementara sekolah tingkat menengah dan atas berada di kecamatan yang jauh dari desa.

Keadaan seperti ini menggugah 5 (lima) mahasiswa Universitas Negeri Malang khususnya Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan tahun akademik 2015 untuk merintis Taman Kanak-Kanak (TK) di Dusun Blendongan. Melalui Program Kreatif Mahasiswa (PKM), mereka merencanakan membuat sebuah komunitas yang akan menjadi pengurus calon rintisan TK ini. Pada awal langkah pelaksanaan kegiatan, tim PKM mahasiswa tersebut mengajak kerja sama perangkat desa setempat dan menjalin koordinasi secara intens dengan karangtaruna.

Selanjutnya, tahapan yang akan dilakukan yaitu rekrutmen anggota pengajar sukarela yang nantinya akan membantu mengajar di Sekolah Bhinneka tersebut. Program ini sudah mulai berjalan pada bulan Mei tahun 2018. Para mahasiswa berharap melalui program yang rencananya akan dilakukan secara berkelanjutan dengan kerjasama pihak desa dan pihak-pihak terkait, dapat menjadi starting line atau rintisan berdirinya Taman Kanak-kanak di Dusun Blendongan untuk pertama kalinya. Yang mana sekolah pradasar ini selanjutnya akan digunakan oleh anak-anak di Dusun Blendongan sebagai tempat pendidikan awal sebelum mereka memasuki Sekolah Dasar. Dengan demikian, dapat dikatakan pula bahwa PKM ini mendorong masyarakat sekitar untuk menjadi masyarakat yang memiliki kesadaran atau kepedulian terhadap pendidikan yang biasa disebut sebagai “melek pendidikan”.

(Riski Aulia Zammastiningrum, Mahasiswa HKn off. D 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*